Juragan Cerpen

Baru belajar bikin blog jadi komentar yang kalau ada yang salah.Tapi,dengan alasannya yah teman...

Penyesalan Bulan saat Bintang Menghilang

Penyesalan bulan saat bintang menghilang
                   Saat  -  saat dimana aku mulai berdiri tanpa seseorang yang selalu bersinar di dekatku. Itulah kisah yang terselubung di kehidupanku. Namaku Sulfa, aku adalah gadis berumur 16 tahun yang selalu ceria, bawel, cuek  dan pintar.  tetapi entah setelah kehilangan seorang bintang yang aku benci tetapi aku sangat mencintainya.
      Di pagi hari terik matahari mulai menyilaukan pandangan ku yang tertuju pada setangkai mawar putih. Bunga yang selalu melukis kan senyumanku, entah setiap melihatnya serasa sesuatu yang indah selalu bersamaku. Aku pun tak sanggup meninggalkannya tetapi waktu yang membuatku sadar akan keterlambatanku ke sekolah. Aku sangat sedih saat harus meninggalkan bunga mawar putih yang selalu membuat ketenangan di hatiku, dan berharap sesuatu yang indah akan terjadi di pagi hari ini tapi aku salah. Ini takkan indah jika aku harus bertemu dengan Kevin si bacon yang selalu mengusik kebahagiaanku, aku sangat muak melihatnya seakan dia menjadi bayangan ke tigaku yang aku benci.
     Semoga saja dia tidak melihatku,  Aku pun mengendip - ngendip ke kelas XI ipa4 yaitu kelasku. Sesampai di pintu kelas aku pun mengubah gerak gerik aneh ku dan berjalan santai seperti orang lainnya. Aku sangat senang di pagi hari  ini karna si bacon itu tak melihatku. Dengan bahagianya aku pun sampai cengar cengir saat menghampiri  tempat dudukku, melihat ekspresiku teman – teman menganggap ku aneh dan menertawaiku. Tak peduli apa kata mereka aku pun mulai duduk. saat aku duduk tiba – tiba sesuatu tajam menusuk ku dan membuatku bangun dari tempat dudukku. Tak tahan dengan sesuatu itu, aku pun berteriak kesakitan sehingga teman – teman ku pun mengalihkan pandangannya dan melihatku dengan tatapan penuh Tanya.  segera aku menengok ke bangku ku yang aneh itu. Ternyata sesuatu yang menusukku itu adalah setangkai mawar merah dan batangnya yang berduri telah membuatku kesakitan. Kuambil bunga itu dan bertanya dengan penuh marah ”Siapa yang menaruh mawar sialan ini ke bangku ku??”. Tetapi mereka hanya diam dan berpura - pura tidak memperhatikanku dan mengacuhkan pertanyaanku. Tiba - tiba Dian berkata ”Siapa lagi kalau bukan si bayangan ketigamu itu”, tanpa memperhatikanku dian hanya melontarkan kata yang membuat ku sangat marah dan mengenggam erat batang bunga itu lalu membuangnya ke lantai dengan kasar dan menginjak bunga itu dengan penuh marah.
      Aku tak menyadari bahwa genggaman ku tadi telah melukai tangan kananku dan membuat tanganku dipenuhi banyak darah. sehingga teman - teman ku kaget dan memanggil namaku dengan rasa khawatir “SULFA!!” teriak teman - teman sekelasku yang menyadarkanku dari lamunan ku yang penuh amarah. “Apaan sih, kalian memanggilku??”. Tiba -  tiba Dija menghampiriku dan menunjukkan tanganku yang sudah di penuhi darah akibat mawar itu. “Lihat tanganmu yang berdarah sehingga membuat tetesan darah di lantai” kata Dija khawatir. Aku sangat kaget saat melihat tanganku terluka parah dan bodohnya lagi aku  tidak merasakan sakit akibat luka di tanganku ini. “Aiish” keluhku lalu berjalan ke UKS dan mengobatinya. Tak kusadari yang ada di hadapan ku sekarang adalah kak Edi, cowok yang Super cute banget menurutku dan begitu tampannya saat ia tersenyum padaku sekarang. Tak kusadari lagi saat kak Edi memengang tanganku yang terluka. “sulfa mengapa tanganmu terluka??” kata kak Edi itu menyadarkanku dan aku mulai merasakan sakit yang begitu perih dan tilu di tanganku. “Aauh”kataku sambil menahan rasa sakit. Kini aku menyadari apa yang dilakukan kak Edi padaku, ia menarik ku masuk ke UKS dan mengobati luka ku. “Kak..”. kata -  kataku terpotong saat ia menaruh jari telunjuknya di bibirku. “Husst” jangan bicara nanti lukanya tambah sakit” kata kak Edi yang di ikuti senyuman. Tiba -  tiba kurasa sekarang aku ingin berteriak bahagia saat mendapatkan hal terindah seperti sekarang, walau harus dalam keadaan parah begini.
        Waktu ku mohon berhentilah dan biarkan suasana ini terasa lama aku sangat menginginkan hal ini dalam waktu yang lama. Tak terasa tangan ku selesai di perban dan begitu kagetnya aku saat kak Edi mencium tangan ku yang terbungkus perban itu, ia pun mengatakan sesuatu yang tak akan kulupa. “Cepat sembuh yah!” katanya sambil tersenyum. Sekarang kurasa muka ku akan berubah jadi merah tomat karena kak Edi. Tiba -  tiba tamparan telah mendarat di pipi kak Edi dan begitu kagetnya aku ternyata orang yang menampar kak Edi adalah si bacon sial itu. “Hey, apa yang kau lakukan pada Sulfa? Hah??” kata Kevin yang begitu penuh amarah dan ingin memukul kak Edi tapi aku langsung menghalanginya dan alhasil aku yang kena pukulan dari Kevin. Kurasa sekarang semuanya gelap dan akupun jatuh tak sadarkan diri.  “SULFA!!” mereka berdua kaget dan menolongku. Aku tak tahu apa yang terjadi sekarang karena aku betul -  betul pingsan.
       “Maafin aku sulfa, maafin aku..” kata Kevin yang di barengi tangisan. Tak kusangka akan jadi begini mengapa kau rela melindungi orang yang tidak pantas seperti  Edi itu kata Kevin yang terus mengoceh. Aku pun mulai sadar dan saat mataku terbuka sialnya aku melihat orang yang aku benci ,bahkan sangat benci.  tapi aku heran karena disetiap kata kasar dan apa yang kulakukan padanya tak membuatnya menjauhi diriku, malah  ia tak pernah lelah selalu saja berada di dekatku. Sehingga, orang - orang yang melihat ku bersamanya selalu menganggap kevin adalah bayangan ketigaku. Sungguh aku begitu ingin menghilangkan dia dengan sesuatu yang kulakukan tapi alhasil selalu saja membuat ini menjadi special menurutnya, benar -  benar aneh. Dan apa sih yang membuat dia selalu berada di dekat ku?. bahkan aku perfikir, aku bukanlah perangko, lem dan magnet. tapi mengapa dia lagi dia lagi yang selalu ada. Aku tak sadar bahwa aku tlah banyak mengoceh dalam hati sehingga aku lupa keadaanku sekarang.
      Sulfa?, apa kamu sudah sadar?? Kata Kevin. Kata itu yang membuatku sadar dari lamunanku.  “ Iya!!, dasar bodoh. sdah tau aku sudah bangun, pasti aku sudah sadar” kataku yang terlontar kasar di dengar .” Syukurlah kalau begitu” kata Levin sambil tersenyum. “Haha, kau yang sudah membuatku pingsan dan sekarang tersenyum di depanku??, hah dasar bacon pergilah sana!. Aku butuh sendirian dan jika kau tak mau pergi, aku akan bunuh diri!” kataku yang sedikit terdengar kasar dan gila saat mengusir Kevin dari ruang UKS. “Ja jangan.. oke aku akan pergi dan kembali lagi sebentar”kata Kevin. Aku pun merasa lega saat si bacon pergi, saat - saat  yang ku nanti ialah sendiri karena aku dapat menenangkan pikiran ku yang telah kacau. Aku pun menatap tanganku yang luka dan mengingat wajah kak Edi tersenyum manis padaku dan membuat aku selalu ingin berada di dekat kak Edi. Saat menatap tanganku, ternyata kak Edi telah berdiri di dekatku. Segera aku mengubah posisi ku dengan posisi duduk dan tersenyum kepada kak Edi. “kamu sudah sadar yah?, maafin kak Edi karena ini semua salah kak Edi” kata kak Edi. Aku pun memengang tangan kak Edi dan mengatakan bahwa ini bukan salah kak Edi, ini karena si bacon sial itu yang tiba -  tiba datang. Aku pun menunduk merasa kalau semua ini sebenarnya salah ku yang hampir membuat kak Edi di pukul.
      Suasana pun tiba -  tiba sunyi selama 3 menit. Dan begitu kagetnya aku saat kak Edi mengusap kepala ku dan berkata “ tidak apa -  apa dindaku”. Mendengar kata itu aku langsung membulatkan mata ku dan menatap kak Edi, tetapi tingkah aneh ku ini malah membuat kak Edi mencubit pipi chubby ku. “aduh, kamu ini mengapa harus berekspresi selucu boneka yang membulatkan matanya dan itu sangat menggemaskan” kata -  kata dari kak Edi ini sungguh membuatku malu. Ketika ku menengok ke  jam dinding ternyata ini sudah waktunya pulang, dan hari ini pertama aku tidak mengikuti pelajaran karena keadaan ku. aku berusaha bangun dari posisi duduk ku dan berjalan meninggalkan kak Edi yang masih membereskan ranjang UKS dan setelah selesai, kak Edi mengejarku yang sudah jalan jauh. Tiba -  tiba dadaku sakit dan membuat aku berhenti berjalan. Aku merasa sesuatu terjadi, dan jika perasaan begini itu berarti telah terjadi sesuatu pada bunga Mawar putih kesayanganku di taman.
      Aku yakin perasaan ini tidak akan salah karena aku dan bunga mawar putih itu memiliki ikatan erat karena itu adalah pemberian ulang tahunku saat aku masih berumur 4 tahun. dimana hadiah itu adalah kado terakhir dari kak Icha  setelah dia meninggalkan  ayah, ibu dan aku di dunia ini. Itulah mengapa aku sangat merawat dan mengistimewakan bunga mawar putih itu. Dan ketika kak Icha meninggalkanku dan pergi selamanya, dia berpesan bahwa bunga ini adalah sebagian dari kehidupan kak Icha dan dia mengajarkanku bahwa cinta abadi ada pada bunga ini karena itulah aku ingin melihat keajaiban cinta abadi padaku. Karna cinta kak Icha dengan seseorang yang sangat dia cinta menjadi cinta abadi. buktinya sekarang mungkin kak Icha telah bersama cinta abadinya dan aku berharap kak Icha bahagia bersama cinta abadinya yang duluan meninggal dari pada kak Icha. Andai saja pacar kak Icha tidak mengalami kecelakaan dan kak Icha tidak meninggal karena penyakit yang di deritanya, mungkin mereka akan menjalani cintanya di dunia ini. tapi waktu berkata lain dan membuat sebuah kisah cinta di langit yang sama.
      Tak kusangka ternyata air mataku telah jatuh dan membuat aku sesak dalam keadaan yang rapuh, di saat mengingat kisah kakak ku.  Akhirnya aku telah sampai di taman dalam keadaan yang tidak sehat dan ku paksakan kaki ini berjalan walau tertatih -  tatih aku berusaha mendekati letak bunga mawar putih ku. saat rasa sakit di dadaku hilang begitu kagetnya diriku melihat Setangkai bunga mawar itu jatuh dan orang yang kulihat di dekat bunga mawar ku itu adalah Si bacon yang aku benci telah merusak bunga kehidupanku, menghancurkan setangkai harapanku. Sungguh aku muak dengan ini semua, aku mulai mendekati Kevin dan menamparnya “ hiks, dasar cowok gila!! Kau telah merusak bunga kesayanganku!!, mengapa kau selalu menyusahkanku dan membuat masalah padaku. Sudah puas kamu membuat aku terluka??, dan sekarang aku tak ingin melihat mu lagi!!, AKU BENCI KAU Kevin!! Dasar Bacon pembawa masalah dan sial!” kata ku yang penuh marah, sedih, dan benci. “Ss.. sulfa?, maafin aku.. kumohon maafin kesalahan ku ini, aku tidak bermaksud begitu tapi kata yang tak pernah terucap pada bibirmu itu membuat sakit yang mendalam pada hatiku. Hanya karena setangkai bunga ini, kamu telah membuat api dalam bentuk kata yang membakar hati dan perasaanku” kata Levin sambil menangis akibat kata yang pedas telah membuat Kevin sakit hati.
       Suasana yang begitu sakit kini Kevin rasakan ketika orang yang di cintai ternyata sangat membencinya dan itu suatu luka yang sangat sakit di alaminya, karena sulfa adalah orang yang membuat dia bertahan hidup seperti sekarang. Sungguh perasaan yang tak bisa di pungkiri kini Kevin pergi meninggalkan Sulfa sendiri dengan rasa bersalah juga kecewa. Maaf.. hanya kata itu yang bisa di katakan Kevin saat melewati Sulfa yang berdiri terpaku dalam kesedihan, bahkan Sulfa tidak menahan Kevin yang pergi karena ucapan kasarnya, dan menjelaskan mengapa Kevin membuat bunga kesayangannya rusak. Mungkin perasaan sedih, marah dan bencinya kepada Kevin telah menguasai dirinya.
       Waktu berputar dalam nafas kenangan, Ketikaku perlahan-lahan tidak bisa merasakanmu Tertawa dan menangis Semua menjadi sebuah film tanpa suara. Hanya mengklik jam yang tersisa Untuk menemaniku dalam hidupku. Dalam setiap detik hatiku sedang berjuang
Jangan membuat menyenangkan dan meneleponku, Ini takdir yang membuat aku berkata-kata. Begitu hari istirahat Ku tidak bisa membuat dirimu tetap Kehangatan terus menghitung mundur
Meratapi ini satu menit menutup mata Dan kemudian buka lagi hal telah berubah Wajah asing menjadi saya. Siapa yang menjerit kesakitan? Mungkin dirimu atau bahkan diriku. Tidak peduli apa yang mengalir air mata Meninggalkan semua perasaan, Membutuhkan satu menit Bahkan setelah satu menit jika kita putus Jangan lupa untuk menghargai langit cinta kita. Selamanya bergegas untuk menemukan apa Setelah kamu terbiasa dengan seseorang itu seperti dikosongkan
Siapa yang meminta untukku, aku tidak bisa kembali. Aku tahu sudah waktunya untuk melepaskan. Matahari tidak pernah meleset keluar Pada keindahan pelangi yang Aku bisa, aku pasti bisa hujan berhenti sampai hari yang cerah datang Melindungi hatimu ketika kau meninggalkan semuanya. Selain kamu, tidak akan pernah ada menjadi alasan lain. Tutup rasa sakit, berkatilah ini satu menit Menutup mata, dan kemudian buka lagi. Ini tidak sakit lagi, hatiku tidak lagi hati Kebahagiaanmu menghiburku. Bangunkan aku, tapi jangan menghalau kesepian Bahkan jika itu kesepian sebelum meninggalkan. Aku butuh waktu menghitung mundur detik ini, Setelah satu menit ini hanya ada saya di kita, Hilang mimpi kita pernah bermimpi bersama-sama. Kata Kevin sambil tersenyum dalam kesedihan dan menoleh untuk terakhir kalinya pada Sulfa.
     Sungguh ini adalah kesedihan yang tak pernah di lupakan bahkan satu menit ini adalah harapan Kevin untuk Sulfa sehingga tak ada lagi yang tersakiti. Meski telah membuat luka yang akan membekas, Sulfa tetap ada di hatiku. Kata Kevin meneteskan air matanya. Tak terasa bayangan Sulfa mulai menghilang saat ku coba mengingat bayangannya lagi yang tak sanggup untuk ku lupakan. langkah kaki ku berjalan menjauh dari taman dan ku buka tanganku ternyata sehelai kelopak mawar putih telah menemani ku di saat yang menyakitkan seperti sekarang. Aku akan membawa kelopak mawar ini menemaniku di saat terakhir untuk mengenang orang yang sangat aku cintai. Aku mencintaimu Sulfa, sangat -  sangat mencintaimu lebih yang kamu tahu.
      Disisi lain Sulfa merasa aneh di saat Kevin pergi dan Meminta maaf, aku tidak pernah merasakan perasaan ini  kepada Kevin. Apabila ini rasa benci mengapa aku ingin menangis di saat dia meninggalkan ku, aku tak dapat berkata -  kata lagi. Tiba -  tiba air mata Sulfa menetes dan hatinya seperti di cabit -  cabit mungkin kah aku kehilangan dia, sosok bacon yang aku benci. “Auuhh” dada ku serasa sakit sekali. Mengapa rasa sakitnya melebihi seperti biasanya. Aku pun memejamkan mataku untuk menahan rasa sakitnya tiba -  tiba saja wajah kak Icha hadir dalam kegelapan mataku. “ka kakak??” kata Sulfa untuk memastikan. “iya, ini kakak Sulfa. Apa kau baik -  baik saja??” kata kak Icha. “a aku baik -  baik saja kak” kata Sulfa sedikit terbata -  bata. “Kamu bohong adikku, kau membohongi kakak sekarang dan juga perasaanmu” kata kak Icha sedikit kecewa. “Maksud kakak apa??, aku tidak bohong kak” kata Sulfa yang menyelah perkataan kakaknya. “kamu berbohong padaku bahwa kau baik -  baik saja, padahal kamu sendiri mengalami rasa sakit yang tak pernah kau rasakan itu karena kamu membohongi perasaan sesungguhnya. Perasaan bahwa kamu sangat kehilangan Kevin saat kamu mengatainya, bahkan perasaan bencimu kini berubah jadi cinta. Dan kamu ingat tidak? kata -  kata kakak dulu bahwa Mawar putih itu menunjukkan keajaiban seseorang pada cinta abadi nya. Dan cinta itu telah kamu lepas Sulfa, cinta Kevin lah yang Abadi untukmu tapi kamu mengacuhkan perasaan cintamu. Bahkan kamu melukai cinta Kevin yang Abadi sehingga percikan sakit itu mengenaimu, mengubah segalah perasaan saat ini menjadi kesedihan. Dan kumohon buka matamu dan berlarilah mencari Kevin sebelum Mawar putih itu akan layu karena akar cinta abadi telah terluka dan akan rusak parah” kata -  kata kak Icha membuat ku kaget dan merasakan sakit yang luarbiasa dan ketika kata terakhir dari kak Icha menghilang dari kegelapan, saat ku buka mataku bunga yang di petik Kevin terdapat tulisan “ My Destiny with Sulfa and enternal Love” dan terdapat darah di kelopak bunga mawar putih yang membuat aku emas dengan Kevin.
      Kata yang membuatku perlahan -  lahan rari dengan air mata. Membuat semuanya kenangan dan cinta Kevin hancur di tanganku. Aku terus berlari dan terus berkata “ Maafin aku Kevin”.
       Mencoba menemukanmu, kamu yang tidak dapat kulihat lagi. Mencoba mendegarmu, kamu yang tidak dapat kudengar lagi. Dan saat aku melihat semuanya, mendegar semuanya Karena setelah kamu beranjak pergi. aku mendapatkan satu kekuatan baru. Keegoisanku, yang hanya memperdulikan diri sendiri. Kejamnya aku, yang tidak menyadari semua perasaanmu, Aku bahkan tidak percaya, bisa menjadi seperti ini Cintamu senantiasa mengubahku. Hanya dengan memikirkannya, duniaku seketika penuh denganmu. Karena setiap salju yang turun, adalah air matamu.  Aku berharap dapat menghentikan waktu dan mencoba kembali padamu. Kuingat kembali dirimu dalam setiap lembar memoriku. Ketika aku berada disana, disana bersamamu Cintamu, sebentuk manusia kecil dan lemah Namun mampu merubah semuanya, Seluruh hidupku, Seluruh isi duniaku. Aku tidak tahu bagaimana cara berterimakasih atas cintamu. Aku fikir, semua akan berhenti hanya dengan aku berhenti memikirannya. Tetapi hari ini, aku memperbaiki diri ini agar kamu kembali, Sepertinya cintaku kembali bersemi tanpa batas. Aku terus Mencoba menemukanmu, kamu yang tidak dapat kulihat lagi
Mencoba mendegarmu, kamu yang tidak dapat kudengar lagi dimana dirimu. Rasa bersalah Sulfa pada Kevin sangat besar bahkan ia benci dirinya yang  kejam dan egois.
      Nampak dari jauh Sulfa melihat sosok Kevin. Sulfa pun berusaha lari dan menghampiri Kevin. Tak di sadarkan oleh Kevin saat menyebran jalan dan menatap mawar putih yang ada di tangannya dengan terus -  menerus, sehingga tidak memperhatikan mobil yang menuju di depannya. Sulfa pun berusaha menyelamatkan Kevin dengan mendorongnya jauh dari mobil tapi itu tidak masuk dalam perkiraannya, Sulfa bahkan terlambat menyelamatkan Kevin bahkan dia ikut tertabrak. Sehingga mereka berdua terlempar jauh, Sulfa pun mengalami pendarahan banyak di kepalanya, ia sempat sadar saat ia telah terlempar dan menemukan sosok Kevin terluka parah sehingga keadaan mereka saling parah. Terlihat bahwa Kevin merangkul Sulfa dengan tak sadarkan diri. Sulfa pun menangis dan terus meminta maaf kepada Kevin. Tak sadar bahwa Sulfa kini di tatap Kevin yang tersenyum dan berkata “Sulfa, aku minta maaf telah mencintaimu bahkan jika kamu membenciku aku tidak peduli karna cinta ku tetap untukmu selamanya” lalu Kevin mencium Kening Sulfa. Sulfa pun menangis dan berkata kepada Kevin “jujur, aku benci dirimu tapi aku takkan membenci cinta beserta dirimu sekarang karena aku sangat -  sangat mencintaimu juga”. Setelah mereka menyatukan cinta nya. Sulfa dan Kevin pun meninggal dan mereka saat di temukan terdapat mawar putih di tangan Sulfa dan Kevin. Tetapi bunga mawar itu tidak terkena darah padahal darah mereka sangat banyak. Mungkin ini bukti keajaiban Cinta


karangan : sulfa uchye
https://www.facebook.com/sulfa.heartyou?fref=ts
Share this article :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Penyesalan Bulan saat Bintang Menghilang"

Terima Kasih Sudah Berkomentar
 
Template By. Kunci Dunia
Back To Top